Kali ini aku akan membagikan kisah nyata sukses bersama bimbel online Ruangguru. Semua bermula sejak September 2016 lalu. Ketika aku masih awal
menjadi anak SMA. Saat itu merukapan masa dimana masih alim-alim dan belum tau
apa-apa.
Senin minggu ke tiga, pelajaran mulai seperti biasanya. Tiba-tiba
ada promosi Ruangguru dan menawarkan bimbel online murah. Langsung tertarik nih untuk mendalami materi bersama
Ruangguru.
Untungnya, walaupun tidak ikut bimbel, masih tetap bisa
belajar dengan video Ruangguru yang menyediakan berbagai informasi pelajaran.
Awalnya nilaiku belum bagus-bagus banget karena belum terlalu paham materi di
sekolah. Namun, saat liburan aku mengejar materi dengan membaca ruangbelajar.
Akhirnya lumayan deh... karena mulai start kelas 10, aku berkomitmen supaya
mendapat nilai utama yang bagus dengan rata-rata yang terus naik supaya bisa
masuk di jalur SNMPTN.
Waktu terus berjalan, namun tampaknya duit belum mengumpul
juga. Lagipula saat itu banyak kegiatan lomba-lomba yang menyibukkan. Tetapi
dengan bimbel online ruangguru, lumayan lah bisa untuk mengejar ketertinggalan. Tak
hanya itu, aku juga menonton video Ruangguru. Awalnya nilaiku hanya delapan
puluh lima, setelah menonton video Ruangguru auto sembilan puluh. Well... Ini
kenyataan gaes. Tapi, sayangnya karena lomba-lomba yang menyibukkan membuat
pikiran ini penuh dan mulai melupakan tugas siswa untuk belajar.
Tak terasa tahun mulai beranjak ke tahun ke tiga. Wow ternyata tidak terasa sudah menjadi anak kelas 12! Lomba-lombapun mulai berdatangan untuk diikuti. Waktu belajar juga mulai menyempit. Apalagi sebentar lagi udah mau SNMPTN dan ga lama lagi UN! Woww... belum persiapan sama sekali. Sampai-sampai guruku sekaligus guru pembimbing lomba bertanya,
Tak terasa tahun mulai beranjak ke tahun ke tiga. Wow ternyata tidak terasa sudah menjadi anak kelas 12! Lomba-lombapun mulai berdatangan untuk diikuti. Waktu belajar juga mulai menyempit. Apalagi sebentar lagi udah mau SNMPTN dan ga lama lagi UN! Woww... belum persiapan sama sekali. Sampai-sampai guruku sekaligus guru pembimbing lomba bertanya,
“Grace, kamu udah berapa persen siap menghadapi UN dan
SBMPTN?” Tanya guruku itu.
“Waduh, belum sama sekali bu...”
“Lo, kok belum sama sekali tu lo...” Guruku mendengar
jawabanku auto terkejut. Saat itu ya belum kepikiran sama sekali untuk belajar
SBMPTN. Ya Lord... berikanlah hamba kekuatan ilahi supaya bisa belajar ngebut.
Akhirnya aku yang sudah lama tidak belajar, aku teringat akan rencana
memperpanjang Ruangguru. Langsung setelah lomba selesai aku mengajak teman untuk
membayar paruhan demi berlangganan Ruangguru. Padahal saat itu adalah
detik-detik dimana seminggu lagi ujian akhir semester ganjil kelas dua belas
dan ujian praktik. Saat itu adalah saat terakhir dimana aku menabung nilai untuk
bekal SNMPTN. Aku langsung buka tips SNMPTN, tips SBMPTN, dan tips UN di ruangbaca.
Materi-materi yang awanya aku pikir
susah banget jadi mudah karena penjelasan Ruangguru dan trik-trik jitu. Saat
itu aku paling tidak paham tentang ekonomi, namun berkat penjelasan kak Reka
dari Ruangguru membuka pikiran ku seluas-luasnya dan ketika ulangan akuntansi
nilaiku bisa setatus.
Ujian akhir semester satupun tiba. Dengan santai aku dan
temanku mengerjakan dengan bahagia dan pikiran yang tenang. Saat rapor
dibagikan, nilai utamaku sangat naik drastis. Semua mendapatkan sembilan.
Walaupun saat itu aku tidak mendapat ranking yang bagus. Sepuluh besarpun tidak
masuk. Tetapi aku puas akan pencapaian.
Beberapa minggu setelah ujian, guru BK ku mengumumkan serba serbi SNMPTN. Sudahlah... jiwa ini sudah hopeless. Namun, niat yang besar membuat ingin tahu seandainya diterima SNMPTN. Nilai dan ranking yang kurang memuaskan membuatku tidak bersemangat lagi dalam sekolah. Jadi, setelah itu aku sering tidak memperhatikan guru saat menerangkan dan bermalas-malasan. Terlepas dari itu, tugas dan ujian praktik selalu aku kerjakan dan kumpulkan tepat waktu. Untungnya ada Ruangguru yang selalu menemani.
22 Januari 2019, seorang guru datang ke kelas dan menyuruh kami semua mengoreksi data rapor yang dimasukkan di laman SNMPTN dan apabila ada kesalahan input langsung lapor ke sekolah. Karena semua siswa didaftarkan sekolah dan biarlah pusat yang menyeleksi. Saat itu aku baru sadar bahwa SNMPTN sudah dipelupuk mata. Mental ini belum siap untuk menerima kekalahan. Karena nilaiku yang tidak tinggi-tinggi banget dan jika diranking pararel, diriku tidak masuk empatpuluh persen. Akupun sudah careless dan hopeless aja sama SNMPTN.
Beberapa minggu setelah ujian, guru BK ku mengumumkan serba serbi SNMPTN. Sudahlah... jiwa ini sudah hopeless. Namun, niat yang besar membuat ingin tahu seandainya diterima SNMPTN. Nilai dan ranking yang kurang memuaskan membuatku tidak bersemangat lagi dalam sekolah. Jadi, setelah itu aku sering tidak memperhatikan guru saat menerangkan dan bermalas-malasan. Terlepas dari itu, tugas dan ujian praktik selalu aku kerjakan dan kumpulkan tepat waktu. Untungnya ada Ruangguru yang selalu menemani.
22 Januari 2019, seorang guru datang ke kelas dan menyuruh kami semua mengoreksi data rapor yang dimasukkan di laman SNMPTN dan apabila ada kesalahan input langsung lapor ke sekolah. Karena semua siswa didaftarkan sekolah dan biarlah pusat yang menyeleksi. Saat itu aku baru sadar bahwa SNMPTN sudah dipelupuk mata. Mental ini belum siap untuk menerima kekalahan. Karena nilaiku yang tidak tinggi-tinggi banget dan jika diranking pararel, diriku tidak masuk empatpuluh persen. Akupun sudah careless dan hopeless aja sama SNMPTN.
Beberapa minggu setelah itu, tepatnya tanggal empat
Februari, kelas jam kosong. Tetapi aku manfaatkan untuk melihat video di
Ruangguru. Karena beberapa bulan lagi sudah UN dan USBN. Tiba-tiba salah satu
teman sekelasku teriak-teriak,
“Gaes, hari ini pengumuman SNMPTN gaes... jam sepuluh
yaww!” Mendengar itu, aku abaikan saja dan melanjutkan tontonanku di Ruangguru.
Jam sepuluh tiba... Manusia-manusia kepo di kelas langsung cek di laman
SNMPTN. Yah... ternyata ngadat sinyalnya. Akhirnya manusia-manusia kepo di
kelas mulai lanjut membuka pada jam sebelas. Ada yang bahagia, ada yang
langsung menari ala-ala K-pop, ada yang sedih, macam-macam lah. Tetapi, yang
membuatku tertegun adalah ada teman yang awalnya bewarna hijau lalu berangsur
menjadi warna merah.
Salah satu teman menyuruhku untuk membuka SNMPTN. Tapi aku
menolak karena sudah pesimis sejak awal. Akhirnya aku mencoba untuk membuka,
masih tidak bisa masuk ke lama tuh... Yasudah akhirnya menunggu sampai jam dua belas.
Pencet... pencet... pencet... yah.. masi belum bisa nih. Tiba-tiba muncul deh...
warna hijau. Awalnya masih tidak percaya, aku ulangi deh... eh iya benar. Disaat
itulah aku mengalami kebingungan tentang jurusan apa yang harus dipilih. Karena
semua ini diluar ekspetasi.


Sepulang sekolah, langsung tuh buka artikel Ruangguru seputar SNMPTN. Langsung searching apa-apa yang diperlukan dan
strategi tentang SNMPTN. Tetapi batin ini masih bergejolak untuk memilih
jurusan yang cocok serta kebimbangan untuk memilih universitas. Kalau
universitas dalam kota... terlalu mainstream. Teman-teman juga banyak yang ke
sana. Akhinya aku menemukan universitas idaman. Antara UGM, UNPAD, atau Brawijaya dengan jurusan hubungan
internasional atau hukum.
Setelah sekian lama berfikir juga melalui perdebatan batin
yang sengit, tibalah h-2 deadline. Ketika dibuka websitenya, yak... ngadat. Ku tanya
kepada teman-teman, mereka juga mengalami hal demikian. Kuputuskan untuk
memasukkan data pagi-pagi jam dua. Bisa deh... tetapi, lima menit kemudian...
nyaris finalisasi.. server down lagi hingga deadline. Untungnya, teman-teman
yang diterima SNMPTN membuat petisi untuk perpanjangan finalisasi.
Pemerintahpun mengabulkan permintaan kami serta memberikan perpanjangan
beberapa hari hingga menerapkan sistem ganjil genap. Berhari-hari aku mencoba
hasilnya tetap sama. Setiap detik aku perhatikan. Ketika nyaris bisa, gagal
lagi. Hingga hari terakhir perpanjangan, kurelakan untuk membolos sekolah. Tetapi
hasilnya sama saja. Tiba-tiba muncul inisiatif untuk membuka di tempat makan
dekat pusat kota. Aku mengajak temanku untuk sekalian ikut, Liony, namanya. Ternyata
dia juga membantuku saat aku tidak masuk sekolah. Hingga jam-jam magrib, muncul
statement dari pemerintah untuk memperpanjang hingga empat hari ke depan.
Awalnya aku ingin menunda finalisasi, tetapi Liony melarang. Liony tetap
memencet Hpnya siapa tahu bisa. Eh iya... Ketika bisa, Liony, langsung
membantuku finalisasi dan akhirnya berhasil. Dia mengunduh kartu peserta
SNMPTNku dan meberikan kepadaku.
Hari-hari menunggu pengumuman
SNMPTN, aku masih ditemani oleh Ruangguru. Aplikasi yang menarik dan membuat
cepat paham selalu membuat penasaran. Tes demi tes untuk kelulusan kulalui
dengan Ruangguru. Pengumuman SNMPTN masih duapuluh tiga Maret. Eh... tetapi
tiba-tiba dimajukan deh menjadi tanggal duapuluh dua Maret. Ketika hari-h
pengumuman, aku siap untuk tidak diterima. Tetapi malam sebelum keesokan hari
tanggal duapuluh dua, server bocor. Sehingga beberapa teman sudah tahu mereka
lolos atau tidak. Ketika hari-h juga ada pengunduran waktu. Wah... tenanglah
batin ini. Tetapi beberapa jam kemudian, waktu pengumuman dimajukan. Ketika aku
buka website juga masih penuh dan meminta teman dari Kalimantan untuk
membukakan hasilnya. Ternyata hasilnya berwarna hijau.
Gaes, hasil tidak akan pernah
menghianati usaha. Salah satunya adalah Ruangguru. Tanpa Ruangguru, nilai
utamaku akan tetap terpuruk. Karena, untuk biaya bimbel lebih mahal dari
Rungguru. Seriusan deh... Apalagi bagi kalian yang tidak ingin merepotkan orang
tua. Dengan jam belajar yang fleksibel, pengajaran menyenangkan, dan mudah
ditanggkap... Ruanggurulah ahlinya. Karena Rungguru, kebimbangan dalam menentukan
jurusan SNMPTN tidak bingung lagi deh. Karena selalu siap untuk menyediakan
solusinya. Terima kasih Ruangguru, kudoakan selalu sukses untuk mencerdaskan
kehidupan anak-anak bangsa dalam berbagai kalangan.


0 comments:
Post a Comment